Senin, 21 Februari 2022

Prioritas


"Sebenarnya orang-orang yang sibuk tidak menuntut ilmu agama itu bukannya tidak punya waktu, akan tetapi mereka tidak memprioritaskan Allah dalam hidupnya."

(Ust. Muhammad Nurul Dzikri)

Kamis, 12 September 2019

Husnul Khatimah


"Husnul khatimah bukan sebatas engkau mati di masjid atau di atas sajadah atau ketika mushaf berada di kedua tanganmu.

Sungguh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam wafat di atas tempat tidurnya demikian pula Abu Bakar seperti itu.

Husnul khatimah itu engkau mati di atas Islam dan engkau telah berlepas diri dari kemunafikan.

Husnul khatimah itu engkau mati sementara engkau tak memiliki kezhaliman kepada seorang pun.

Husnul khatimah itu engkau mati sementara engkau mencintai perjumpaan dengan Allah.

Husnul khatimah itu engkau mati sementara yang paling merasa kehilangan atas kematianmu adalah tempat shalatmu dan mushafmu."


Semoga Allah karuniakan kepada kita semua husnul khatimah. Aamiin.

(Copas dari status teman di FB)

Rabu, 04 September 2019

Bahagia

Dikatakan oleh ulama: "Engkau tidak akan bisa bahagia kalau hanya berpindah-pindah dari suatu negeri ke negeri yang lain sementara kesedihanmu terus kau bawa. Namun berpindahlah dari satu perasaan menuju perasaan yang lebih baik, agar engkau bisa bahagia."

Selasa, 17 Oktober 2017

Salah Mencari

Dikatakan oleh orang bijak: "Ada 4 perkara yang kita cari tapi kita salah jalan dalam mencarinya. Kita mencari kekayaan dalam harta padahal ia ada dalam qana'ah. Kita mencari ketenangan dalam banyak harta padahal ia ada dalam sedikit harta. Kita mencari kemuliaan di hadapan makhluk padahal ia ada dalam ketakwaan. Dan kita mencari kenikmatan dalam makanan dan pakaian, padahal ia ada dalam kemuliaan dan Islam."

(Tanbihul Ghafilin, hal. 128)

Jumat, 27 Januari 2017

Maksiat

"Allah tidak dimudharatkan dengan kemaksiatanmu, tetapi engkaulah yang binasa apabila engkau melakukan maksiat."

(Syaikh Shalih Al-Maghamisi)

Rabu, 30 Maret 2016

Sabar

Ibnu Zanji Al-Baghdadi berkata :

والصبر أكرم صاحب ... فاصحبه إن نزلت فجيعة

"Sabar adalah sebaik-baik kawan ... maka bertemanlah dengannya saat turun ujian."

Selasa, 03 Februari 2015

Bekal

Al Imam Ibnul Jauzi -rahimahullah- dalam kitabnya Shaidul Khatir menulis :

من تفكر بعواقب الدنيا ، أخذ الحذر ، و من أيقن بطول الطريق تأهب للسفر . ما أعجب أمرك يا من يوقن بأمر ثم ينساه ، و يتحقق ضرر حال ثم يغشاه ! و تخشى الناس و الله أحق أن تخشاه

"Barangsiapa berpikir dalam-dalam dan seksama tentang akhir kehidupan dunia, maka ia akan senantiasa waspada. Barangsiapa yakin akan panjangnya jalan yang akan ditempuh, maka ia akan menyiapkan bekal sebaik-baiknya. Alangkah anehnya manusia yang yakin akan sesuatu namun ia melupakannya, dan betapa anehnya mereka yang mengetahui bahaya sesuatu namun ia menutup mata! (Allah berfirman:) "Engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak untuk ditakuti." (Al-Ahzab : 37).

Kamis, 14 Agustus 2014

Tanda Riya'

Dikatakan oleh salaf :

 للمرائي علامات: يكسل إذا كان وحده، وينشط إذا كان في الناس، ويزيد في العمل إذا أثني عليه، وينقص إذا ذم به

 "Orang yang riya' memiliki beberapa tanda: malas apabila sendirian, semangat jika berada di tengah-tengah manusia, menambah amalan apabila mendapatkan pujian, dan berkurang jika mendapatkan celaan."

Minggu, 01 Juni 2014

Syukur Dan Sabar

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :

والفقر يصلح عليه خلق كثير, والغنى لا يصلح عليه إلا أقل منهم, ولهذا كان أكثر ما يدخل الجنة المساكين؛ لأن فتنة الفقر أهون, وكلاهما يحتاج إلى الصبر والشكر, لكن لما كان في السراء اللذة وفي الضراء الألم, اشتهر ذكر الشكر في السراء والصبر في الضراء

"Kefakiran itu lebih sering menjadikan kebanyakan orang menjadi baik, sedangkan kekayaan itu justru tidak menjadikan baik kecuali sedikit orang saja. Itulah mengapa kebanyakan yang masuk surga adalah orang-orang yang miskin, sebab cobaan kemiskinan itu lebih ringan. Dan pada kedua-duanya tetap membutuhkan kesabaran dan rasa syukur. Tetapi mengingat kenikmatan itu terdapat dalam kelapangan, sementara dalam kesempitan itu terdapat kesusahan, akhirnya yang masyhur adalah penyebutan kata syukur ketika berada dalam kelapangan dan kata sabar dalam kesempitan."

[Nukilan dari kitab الرزق أبوابه ومفاتحه hal. 15]

Senin, 15 April 2013

Hidup Manusia Seperti Lembaran Buku

"Hidup manusia itu seperti sebuah buku tulis yang putih bersih..
Sampul depannya adalah tanggal lahir, sampul belakang adalah tanggal wafat..
Tiap lembarannya adalah hari-hari dalam hidup kita..
Ada buku yang tebal ada pula yang tipis..
Hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang bersih, baru dan tiada cacat..
Sama halnya dengan hidup kita, seburuk apapun hari kemarin, tapi Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita..
Kesempatan yang baru untuk kita bisa melakukan sesuatu yang benar di setiap harinya, memperbaiki kesalahan, melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkan-Nya..."


(Copas dari status seorang teman di Facebook)

Selasa, 05 Maret 2013

Which Type Of Patience Is Better : Patience In Refraining From Sin Or Patience In Obeying Allaah?

قال ابن القيم رحمه الله :

"وههنا مسألة تكلم فيها الناس وهي : أي الصبرين أفضل : صبر العبد عن المعصية ، أم صبره على الطاعة ؟ فطائفة : رجحت الأول ، وقالت : الصبر عن المعصية من وظائف الصدِّيقين ، كما قال بعض السلف : أعمال البر يفعلها البر والفاجر ، ولا يقوى على ترك المعاصي إلا صدِّيق ، قالوا : ولأن داعي المعصية أشد من داعي ترك الطاعة ؛ فإن داعي المعصية إلى أمر وجودي تشتهيه النفس ، وتلتذ به ، والداعي إلى ترك الطاعة : الكسل ، والبطالة ، والمهانة ، ولا ريب أن داعي المعصية أقوى ، قالوا : ولأن العصيان قد اجتمع عليه داعي النفس ، والهوى ، والشيطان ، وأسباب الدنيا ، وقرناء الرجل ، وطلب التشبه والمحاكاة ، وميل الطبع ، وكلُّ واحدٍ من هذه الدواعي يجذب العبد إلى المعصية ، ويطلب أثره ، فكيف إذا اجتمعت ، وتظاهرت على القلب ، فأي صبر أقوى من صبر عن إجابتها ، ولولا أن الله يصبره لما تأتَّى منه الصبر .
وهذا القول كما ترى حجته في غاية الظهور " انتهى .

" طريق الهجرتين " ( ص 414 ) .

=================================

Ibn al-Qayyim (may Allaah have mercy on him) said:  

"Here there is an issue which people debated about: which type of patience is better – patience in refraining from sin or patience in obeying Allaah? One group of people suggested that the former is better, and they said that patience in refraining from sin is the attitude of the siddeeqeen, as some of the salaf said: Good deeds are done by righteous and immoral alike, but no one has the power to refrain from sin except a Siddeeq, and because the motive to commit sin is greater than the motive to stop being obedient, because the motive to commit sin is pleasure, but the motive to stop being obedient is laziness and sloth, and undoubtedly the motive to commit sin is stronger. They said: Sin may be promoted by one's own self, whims and desires, the shaytaan, worldly reasons, a man’s companions, a desire to imitate, and natural inclinations. Any one of these factors may cause a person to commit sin, so how about if they are combined and prevail over the heart? What patience can be stronger than patience in refusing to respond to them? If Allaah did not give him patience, he would not be patient by himself.  
This argument, as you can see, is very strong and very clear." End quote. 

"Tareeq al-Hijratayn" (p. 414). 

Source: Islamqa.com

Selasa, 11 Desember 2012

Cinta Itu Sederhana

Apa definisi cinta? Imam Ibnul Qayyim berkata : “Cinta tidak dapat didefinisikan dengan jelas. Bahkan jika didefinisikan tidak menghasilkan sesuatu kecuali menambah ketidakjelasan. Karena definisinya adalah perasaan cinta itu sendiri.” (Madarijus Salikin : 3/9).

Ya, beliau benar. Karena cinta sangat sederhana sehingga tidak perlu didefinisikan dengan kata-kata, dan cukuplah dirasakan dalam hati saja. Ana teringat sebuah puisi dari seorang sastrawan yang mengungkapkan betapa "sederhananya" cinta. Beliau berkata :

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, 
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu; 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, 
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”.

Selasa, 20 November 2012

Antara Aku Dan Buku

إذا اعتللت فكتب العلم تشفيني
فيها نز اهة الحاظي وتزييني

إذا اشتكيت إليها الهم من حزن
مالت إلي تعزيني و تسليني

حسبي الدفاتر من دنيا قنعت بها
لا أبتغي بدلا منها ومن ديني


“Apabila aku sakit maka kitab-kitab ilmu dapat menyembuhkanku,
Di dalamnya terdapat kesenangan pandangan dan perhiasanku,

Apabila keluhan rasa sedih dan gundah terasa olehku,
Ia akan menuju kepadaku untuk berbelasungkawa dan menghiburku,

Cukuplah kitab-kitab itu bagiku dari dunia yang aku telah puas dengannya,
Aku tidak ingin mencari penggantinya dan tidak pula aku mengganti agama
.”

Kamis, 01 November 2012

Terimakasih Kepada Pendengki

Jangan bersedih jika orang mendengki anda. Bersyukurlah kepada Allah karena anda bukan orang yang mendengki. Status anda sebagai orang yang didengki merupakan bukti ketinggian derajat dan keluhuran kedudukan anda. Itu merupakan bukti bahwa Allah terus memberi anda nikmat-Nya.

Ketahuilah, sesungguhnya kedengkian orang kepada anda merupakan iklan gratis tentang keutamaan dan kemuliaan anda. Ia merupakan jalan pintas bagi popularitas anda. Orang yang mendengki anda telah memberikan kebaikan-kebaikannya kepada anda dengan sukarela, dan memikul kejelekan-kejelekan anda.

Jika anda melihat seseorang banyak didengki, ketahuilah bahwa ia adalah orang mulia yang layak menempati kedudukan tinggi lagi terhormat. Dan jika anda melihat seseorang tidak pernah didengki, ketahuilah ia adalah orang biasa-biasa saja yang tidak pantas menduduki derajat tinggi dan terhormat.

(Nukilan dari buku Hakadza Haddatsana az-Zaman, Dr. 'Aidh al-Qarni).

Selasa, 23 Oktober 2012

Bersabar Dalam Menuntut Ilmu

Ada beberapa teman ana yang dulunya bersemangat menuntut ilmu. Sayangnya, seiring dengan perjalanan waktu, mereka tidak sabar dalam menuntut ilmu dan berhenti karena merasa kesulitan untuk mengikutinya. Padahal jika mereka mau bersabar sejenak dan meluangkan sedikit kesusahan dalam belajar, mungkin mereka sekarang telah mencapai derajat yang mereka idamkan sebelumnya.

Sejatinya, ilmu memang tidak dapat diperoleh dengan badan yang bersantai-santai dan dalam waktu yang singkat. Kita memohon kepada Allah agar dikaruniai kesabaran dalam menuntut ilmu serta menjadikan ilmu tersebut bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain di sekitar kita.

 ومن لم يذق مر التعلم ساعة
 تجرع ذل الجهل طول حياته
 ومن فاته التعليم وقت شبابه
 فكبر عليـه أربعاً لوفـاته 

“Siapa yang tidak merasakan pahitnya menuntut ilmu barang sekejap mata, 
Niscaya dia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya, 
Dan barangsiapa yang ketinggalan belajar di masa mudanya, 
Maka ucapkanlah takbir empat kali karena kematiannya.”

Senin, 22 Oktober 2012

Buku Apa Yang Ada Di Atas Tempat Tidurmu ?

Copas -dengan sedikit pengeditan- dari tulisan Ust. Nidlol (Al-Azhar, Mesir) :

“Di atas tempat tidurnya, Dr. Husein Al-Hakami menaruh buku Siyar A'lam Nubala'. Buku itu adalah buku paling populer karya Imam Adz-Dzahabi yang berisi biografi para tokoh-tokoh besar sepanjang sejarah. Ditulis dengan nafas yang lembut dan mendalam, kata para ulama, "Adz-Dzahabiy dzahabiyyul kalaam" (ucapan Imam Dzahaby itu bagai dzahab/emas). Cetakan populernya sekitar 35 jilid. Dicetak juga dalam 18 jilid.

Dr. Husein membaca buku tersebut beberapa menit setiap hari menjelang istirahat malam. Hasilnya? Beliau -bihamdillah- berhasil mengkhatamkan buku ini dalam setahun. Dimulai dari bulan Ramadhan, dan habis tuntas pada bulan Ramadhan tahun berikutnya. Subhanallah!

Pertanyaannya sekarang... BUKU APA YANG ADA DI ATAS TEMPAT TIDURMU...?”

Senin, 15 Oktober 2012

Kembali Kepada Kebenaran Jika Telah Mengetahuinya

Berkata Imam Asy-Syaukani rahimahullah :
“Termasuk salah satu petaka fanatisme yang menghapus keberkahan ilmu adalah ketika seorang penuntut ilmu mengeluarkan satu pendapat atas suatu masalah, sambil berlagak seolah-olah pendapat tersebut keluar dari seorang mufti atau ulama. Kemudian ia menggunakannya untuk berdebat dengan orang lain sehingga pendapat tersebut dikenal luas sebagai pendapatnya. Jika sudah demikian, maka ia akan sulit meninggalkan pendapat itu, meskipun ia tahu pendapatnya salah dan pendapat orang yang berseberangan dengannya justru yang benar.

Faktor penyebab kefanatikan ini adalah hal-hal yang bersifat keduniawian. Ia telah dikuasai syetan dan nafsu egonya, sehingga ia berpikir bahwa mengakui kesalahannya akan mengurangi kredibilitasnya, merendahkan derajatnya, menghancurkan citranya, dan membahayakan kepemimpinannya. Ini adalah khayalan orang yang tidak waras dan tipudaya yang batil. Sebab kembali kepada kebenaran justru akan membuat seseorang dihormati, diagungkan dan dipuji. Semua itu tidak akan didapatkannya jika ia tetap bersikeras pada kebatilan. Bahkan jika ia tetap bersikeras menapak di atas kebatilan, maka yang akan ia peroleh hanyalah pelecehan, peremehan, dan penghinaan.

Jalan kebenaran adalah sesuatu yang terang yang dapat dipahami oleh orang-orang berilmu terutama saat berdiskusi. Ketika seseorang melenceng dari kebenaran lantaran kefanatikan pada satu pendapat yang dipegangnya, maka di kalangan ahli ilmu ia akan terlihat sebagai salah satu dari dua orang :
Pertama : Orang yang fanatik, suka berdebat dan arogan. Jika ia memiliki pemahaman dan pengetahuan yang membuatnya dapat mengetahui kebenaran dan faktor-faktor untuk membedakan kebenaran.
Kedua : Orang bodoh yang rusak pemahaman dan persepsinya. Jika ia tidak memiliki ilmu yang dapat mengantarkannya mengetahui kebatilan yang ia yakini dan ia pertahankan dalam perdebatan. Tidak diragukan lagi, kedua jenis orang tersebut menyimpan segunung cacat.”

(Adab Ath-Thulab wa Muntaha Al-Adab, hal 88-89, dengan perantaraan buku “Fikih Menyikapi Kesalahan Dalam Perspektif Manhaj Salaf”, hal 116-117, karya Dr. Abdurrahman bin Ahmad Alusy).

Selasa, 09 Oktober 2012

Do'a

Ada seorang lelaki yang dulu kerap berdo'a
Agar ia tidak dikenal oleh penduduk dunia,

Ia berharap semoga Allah menjadikannya
Cukuplah dikenal oleh penduduk langit sana,

Sekarang saat dunia datang menghampirinya
Semoga ia masih ingat dengan do'anya yang lama.

=====================================

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَشَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى وَشَرِّ فِتْنَةِ الْفَقْرِ
  
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka dan siksa neraka, dari fitnah kubur dan siksa kubur, dan dari buruknya fitnah kekayaan serta dari buruknya fitnah kemiskinan." (HR. Al-Bukhari).

Senin, 27 Agustus 2012

Hal-Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Menyebarkan Suatu Perkara

Imam Asy-Syathibi dalam kitabnya Al-Muwafaqat (5/172) menjelaskan hal-hal yang perlu dipertimbangkan ketika ingin menyebarkan suatu perkara, yakni :
(Langkah pertama) engkau timbang perkara tersebut secara syari'at. Jika perkara tersebut dibenarkan secara syari'at, maka;
(Langkah kedua) pertimbangkan akibat yang akan ditimbulkan tatkala disampaikan pada zaman dan masyarakat yang ada pada saat itu. Seandainya tidak menimbulkan mafsadat (kerusakan), maka;
(Langkah ketiga) timbanglah perkara itu dengan pikiranmu, apakah akal masyarakat telah mampu untuk memahami perkara tersebut sehingga mereka mau menerimanya atau tidak. Jika engkau pertimbangkan bahwa akal mereka telah mampu menerimanya, maka;
(Langkah keempat) sampaikanlah kepada masyarakat umum jika itu bisa diterima kepada masyarakat umum, atau sampaikan kepada komunitas terbatas jika perkara itu tidak cocok untuk disampaikan kepada masyarakat umum.

(Dikutip dari artikel "Hikmah Dalam Berdakwah" oleh Ustadz Abdullah Zaen -hafidzahullah- yang dimuat majalah Al-Furqon edisi 12/Th 11 Rajab 1433 hal. 56-57).

Senin, 13 Agustus 2012

Koleksi Buku Dan Berkah Ilmu

Ana terkadang merasa “minder” melihat koleksi buku ana yang tidak seberapa dibandingkan koleksi teman lainnya. Jujur ana akui, satu-satunya penghalang untuk menambah koleksi buku adalah masalah biaya. Setiap bulan rasanya harus memeras otak bagaimana membagi uang gaji untuk kebutuhan sehari-hari dengan membeli buku :)

Untuk menghibur lara, biasanya ana mengingat-ingat perkataan seorang ulama yang pernah berkata : “Orang yang hanya memiliki sebuah mushaf Al-Qur’an dan mengamalkan isinya lebih baik daripada orang yang memiliki tumpukan buku yang tidak ia amalkan isinya.” Subhanallah, pertama kali ana mendengar perkataan tersebut, rasanya sangat memotivasi sekaligus menghibur gundah di dalam dada.

Lalu ana teringat pula cerita Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya Siyar A’lam An-Nubala' ketika menceritakan biografi Imam Al-Baihaqi (wafat 458 H). Dikisahkan bahwa Imam Al-Baihaqi tidak memiliki kitab Sunan An-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan tidak juga memiliki kitab Sunan At-Tirmidzi. Tapi lihatlah, Allah Ta’ala memberkahi ilmunya sehingga karya-karya Imam Al-Baihaqi sampai sekarang tetap dibaca dan diambil manfaatnya oleh generasi kita.

Maka ana cuma ingin berkata : “Jika ada yang mengalahkanmu dalam koleksi buku, maka kalahkan ia dalam mengamalkannya, walau koleksi bukumu tidak seberapa.”