إذا اعتللت فكتب العلم تشفيني
فيها نز اهة الحاظي وتزييني
إذا اشتكيت إليها الهم من حزن
مالت إلي تعزيني و تسليني
حسبي الدفاتر من دنيا قنعت بها
لا أبتغي بدلا منها ومن ديني
“Apabila aku sakit maka kitab-kitab ilmu dapat menyembuhkanku,
Di dalamnya terdapat kesenangan pandangan dan perhiasanku,
Apabila keluhan rasa sedih dan gundah terasa olehku,
Ia akan menuju kepadaku untuk berbelasungkawa dan menghiburku,
Cukuplah kitab-kitab itu bagiku dari dunia yang aku telah puas dengannya,
Aku tidak ingin mencari penggantinya dan tidak pula aku mengganti agama.”
Tampilkan postingan dengan label Syair Arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair Arab. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 November 2012
Rabu, 04 Januari 2012
Penantian..
وإني لمن يكره الموت والبلا
ويعجبه روح الحياة وطيبها
رأيت المنايا قسمت بين أنفس
ونفسي سيأتي بعدهن نصيبها
“Aku sesungguhnya adalah orang yang membenci kematian dan bencana,
Aku adalah orang yang kagum akan kehidupan dunia dan kemewahannya,
Aku melihat kematian dibagi-bagi untuk seluruh jiwa,
Dan sesungguhnya bagianku akan datang pada waktunya.”
(Hilyatul Auliya' : 10/141).
ويعجبه روح الحياة وطيبها
رأيت المنايا قسمت بين أنفس
ونفسي سيأتي بعدهن نصيبها
“Aku sesungguhnya adalah orang yang membenci kematian dan bencana,
Aku adalah orang yang kagum akan kehidupan dunia dan kemewahannya,
Aku melihat kematian dibagi-bagi untuk seluruh jiwa,
Dan sesungguhnya bagianku akan datang pada waktunya.”
(Hilyatul Auliya' : 10/141).
Selasa, 15 November 2011
Berilmu Dan Berlemah-Lembutlah
Umar bin Abdul Aziz pernah mengatakan :
الحلم والعلم خَلَّتا كرمٍ
للمرء زينٌ إذ هما اجتمعا
صنوانِ لا يَسْتَتِمُّ حسنُهما
إلا بجمع بذا وذاك معا
كم من وضيع سما به الحلم والـ
ـعلم فحاز السناء وارتفعا
ومن رفيع البنا أضاعهما
أخمله ما أضاع فاتضعا
“Lemah lembut dan berilmu adalah ciri khas dari sebuah kemuliaan,
Apabila hal itu berada pada seseorang maka baginya itulah perhiasan;
Dua hal tersebut keindahannya tidak akan mencapai kesempurnaan,
Kecuali dengan keduanya dalam kebersamaan;
Betapa banyak orang yang rendah lalu berakhlak dengan kelemah-lembutan
dan keilmuan, maka ia mendapatkan kedudukan yang tinggi serta pujian;
Dan betapa banyak orang terhormat yang kehilangan keduanya,
الحلم والعلم خَلَّتا كرمٍ
للمرء زينٌ إذ هما اجتمعا
صنوانِ لا يَسْتَتِمُّ حسنُهما
إلا بجمع بذا وذاك معا
كم من وضيع سما به الحلم والـ
ـعلم فحاز السناء وارتفعا
ومن رفيع البنا أضاعهما
أخمله ما أضاع فاتضعا
“Lemah lembut dan berilmu adalah ciri khas dari sebuah kemuliaan,
Apabila hal itu berada pada seseorang maka baginya itulah perhiasan;
Dua hal tersebut keindahannya tidak akan mencapai kesempurnaan,
Kecuali dengan keduanya dalam kebersamaan;
Betapa banyak orang yang rendah lalu berakhlak dengan kelemah-lembutan
dan keilmuan, maka ia mendapatkan kedudukan yang tinggi serta pujian;
Dan betapa banyak orang terhormat yang kehilangan keduanya,
Lalu membuatnya ikut hilang dan terlupakan.”
(Dari Adabul Mau’idzah hal.17, Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd).
Senin, 05 September 2011
Untuk Perindu Kampung Akhirat
Abul ‘Atahiyah berkata :
فلا تَعشَقِ الدّنْيا، أُخيَّ، فإنّما
يُرَى عاشِقُ الدُّنيَا بجُهْدِ بَلاَءِ
حَلاَوَتُهَا ممزَوجَة ٌ بمرارة ٍ
ورَاحتُهَا ممزوجَة ٌ بِعَناءِ
فَلا تَمشِ يَوْماً في ثِيابِ مَخيلَة ٍ
فإنَّكَ من طينٍ خلقتَ ومَاءِ
لَقَلّ امرُؤٌ تَلقاهُ لله شاكِراً
وقلَّ امرؤٌ يرضَى لهُ بقضَاءِ
“Saudaraku janganlah engkau merindu dunia
Sesungguhnya perindunya akan ditimpa bencana;
Manisnya bercampur dengan kepahitan
Dan lapangnya diiringi dengan kepayahan;
Janganlah engkau berjalan dengan baju kesombongan
Sesungguhnya engkau tercipta dari tanah dan air mani yang menjijikkan;
Sungguh sedikit hamba yang bertemu Tuhan dengan mensyukuri kenikmatan
Dan sedikit pula hamba yang ridho dengan takdir yang telah ditetapkan.”
(Dari Diwan Abul ‘Atahiyah : 1/1, dengan perantaraan majalah Adz-Dzakhirah edisi 71/1432 H).
فلا تَعشَقِ الدّنْيا، أُخيَّ، فإنّما
يُرَى عاشِقُ الدُّنيَا بجُهْدِ بَلاَءِ
حَلاَوَتُهَا ممزَوجَة ٌ بمرارة ٍ
ورَاحتُهَا ممزوجَة ٌ بِعَناءِ
فَلا تَمشِ يَوْماً في ثِيابِ مَخيلَة ٍ
فإنَّكَ من طينٍ خلقتَ ومَاءِ
لَقَلّ امرُؤٌ تَلقاهُ لله شاكِراً
وقلَّ امرؤٌ يرضَى لهُ بقضَاءِ
“Saudaraku janganlah engkau merindu dunia
Sesungguhnya perindunya akan ditimpa bencana;
Manisnya bercampur dengan kepahitan
Dan lapangnya diiringi dengan kepayahan;
Janganlah engkau berjalan dengan baju kesombongan
Sesungguhnya engkau tercipta dari tanah dan air mani yang menjijikkan;
Sungguh sedikit hamba yang bertemu Tuhan dengan mensyukuri kenikmatan
Dan sedikit pula hamba yang ridho dengan takdir yang telah ditetapkan.”
(Dari Diwan Abul ‘Atahiyah : 1/1, dengan perantaraan majalah Adz-Dzakhirah edisi 71/1432 H).
Rabu, 20 Juli 2011
Musafir
تمر بنا الأيام تترى وإنما
نساق إلى الآجال والعين تنظر
فلا عائد ذاك الشباب الذي مضى
ولا زائل هذا المشيب المكدر
“Hari-hari berlalu kepada kita semua silih berganti;
Kita hanyalah digiring kepada ajal sedangkan mata melihatnya sendiri;
Masa muda yang telah berlalu tidak akan pernah kembali;
Dan uban yang telah keruh tidak akan pernah pergi.”
(Syadzaratudz Dzahab : 6/231).
نساق إلى الآجال والعين تنظر
فلا عائد ذاك الشباب الذي مضى
ولا زائل هذا المشيب المكدر
“Hari-hari berlalu kepada kita semua silih berganti;
Kita hanyalah digiring kepada ajal sedangkan mata melihatnya sendiri;
Masa muda yang telah berlalu tidak akan pernah kembali;
Dan uban yang telah keruh tidak akan pernah pergi.”
(Syadzaratudz Dzahab : 6/231).
Kamis, 19 Mei 2011
Untuk Penggemar Musik
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata :
برئنا إلى الله من معشر
بهم مرض من سماع الغنا
وكم قلتُ يا قوم أنتم على
شَفا جُرُف ما به من بِنَا
شفا جرف تحته هوة
إلى درك كم به من عنا
وتكرار ذا النصح منا لهم
لنعذر فيهم إلى ربنا
فلما استهانوا بتنبيهنا
رجعنا إلى الله في أمرنا
فعشنا على سنة المصطفى
وماتوا على تِنْتِنا تِنْتِنا
“Kami berlepas diri kepada Allah dari orang-orang yang dihinggapi penyakit mendengarkan musik dan nyanyian
Seringkali saya katakan : Wahai kaumku! Sungguh kalian benar-benar berada di tepi jurang kehancuran yang kosong dari bangunan
Tepi jurang yang dibawanya terdapat jurang yang amat dalam, sungguh ini sangat sengsara dan membahayakan
Berkali-kali kami berikan nasehat kepada mereka, agar kami lepas dari tanggung jawab dihadapan Tuhan
Tapi tatkala mereka meremehkan peringatan kami, kamipun menyerahkan kepada Allah semua urusan
Kami tetap hidup di atas tuntunan sunnah Musthofa shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan mereka mati bersama tintinan-tintinan*.”
* Tintinan = alunan musik
(Dinukil dari majalah Adz-Dzakhirah edisi 33/1428 H, terjemahan syair oleh Abu Mundzir Muhammad Hadi).
برئنا إلى الله من معشر
بهم مرض من سماع الغنا
وكم قلتُ يا قوم أنتم على
شَفا جُرُف ما به من بِنَا
شفا جرف تحته هوة
إلى درك كم به من عنا
وتكرار ذا النصح منا لهم
لنعذر فيهم إلى ربنا
فلما استهانوا بتنبيهنا
رجعنا إلى الله في أمرنا
فعشنا على سنة المصطفى
وماتوا على تِنْتِنا تِنْتِنا
“Kami berlepas diri kepada Allah dari orang-orang yang dihinggapi penyakit mendengarkan musik dan nyanyian
Seringkali saya katakan : Wahai kaumku! Sungguh kalian benar-benar berada di tepi jurang kehancuran yang kosong dari bangunan
Tepi jurang yang dibawanya terdapat jurang yang amat dalam, sungguh ini sangat sengsara dan membahayakan
Berkali-kali kami berikan nasehat kepada mereka, agar kami lepas dari tanggung jawab dihadapan Tuhan
Tapi tatkala mereka meremehkan peringatan kami, kamipun menyerahkan kepada Allah semua urusan
Kami tetap hidup di atas tuntunan sunnah Musthofa shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan mereka mati bersama tintinan-tintinan*.”
* Tintinan = alunan musik
(Dinukil dari majalah Adz-Dzakhirah edisi 33/1428 H, terjemahan syair oleh Abu Mundzir Muhammad Hadi).
Minggu, 10 April 2011
Jangan Berdebat Dengan Orang Jahil
Imam Asy-Syafi’i berkata :
قلوا سكت وقد خوصمت قلت لهم
إن الجواب لباب الشر مفــتاح
والصمت عن جاهل أو أحمق شرف
وفيه أيضا لصون العرض إًصلاح
“Mereka menanyakan mengapa engkau diam padahal engkau telah dihujat, maka kepada mereka aku katakan :
Sesungguhnya menjawab mereka dapat membuka pintu kerusakan;
Sedangkan diam dari orang jahil nan pandir adalah kemuliaan;
Dan dalam diam itu juga merupakan perbaikan untuk terpeliharanya kehormatan.”
قلوا سكت وقد خوصمت قلت لهم
إن الجواب لباب الشر مفــتاح
والصمت عن جاهل أو أحمق شرف
وفيه أيضا لصون العرض إًصلاح
“Mereka menanyakan mengapa engkau diam padahal engkau telah dihujat, maka kepada mereka aku katakan :
Sesungguhnya menjawab mereka dapat membuka pintu kerusakan;
Sedangkan diam dari orang jahil nan pandir adalah kemuliaan;
Dan dalam diam itu juga merupakan perbaikan untuk terpeliharanya kehormatan.”
Kamis, 24 Maret 2011
Obat Hati
Berkata Ibnu Ruslan :
دواء قلبك خمس عند قسوته
فادأب عليها تفز بالخير والظفر
خلاء بطن وقرآن تدبـره
كذا تضرّع باك ساعة السحـر
ثم التهجد جنح الليل أوسطه
وأن تجالس أهل الخير والخيـر
“Obat hatimu yang keras ada lima
Amalkan kelima hal itu niscaya anda akan selamat :
(1)Tidak mengenyangkan perut dan (2) merenungkan makna Al-Qur’an
(3) Rendah diri pada-Nya dengan menangis sesaat di waktu sahur
(4) Lalu shalat tahajud di malam hari
(5) Dan bergaullah dengan orang-orang yang baik dan soleh.”
دواء قلبك خمس عند قسوته
فادأب عليها تفز بالخير والظفر
خلاء بطن وقرآن تدبـره
كذا تضرّع باك ساعة السحـر
ثم التهجد جنح الليل أوسطه
وأن تجالس أهل الخير والخيـر
“Obat hatimu yang keras ada lima
Amalkan kelima hal itu niscaya anda akan selamat :
(1)Tidak mengenyangkan perut dan (2) merenungkan makna Al-Qur’an
(3) Rendah diri pada-Nya dengan menangis sesaat di waktu sahur
(4) Lalu shalat tahajud di malam hari
(5) Dan bergaullah dengan orang-orang yang baik dan soleh.”
Rabu, 01 Desember 2010
Siapakah Orang Faqih, Pemimpin, dan Orang Kaya Sejati ?
Imam Asy-Syafi’i dalam Diwan (kumpulan syairnya) berkata :
إن الفقيه هـو الفقيـه بفعلـه
ليس الفقيـه بنطقـه ومقالـه
وكذا الرئيس هو الرئيس بـخلقه
ليس الرئيس بقومه ورجالـه
وكذا الغنـي هو الغني بحالــه
ليس الغنـي بملكـه وبمالـه
“Orang yang faqih adalah yang beramal dengan perbuatan,
Bukan dinamakan faqih jika hanya fasih dengan lisan dan perkataan;
Dan yang disebut pemimpin adalah yang memimpin dengan kelembutan,
Bukan dinamakan pemimpin hanya dengan banyaknya pengikut dan bawahan;
Demikian juga yang disebut kaya adalah orang yang dermawan,
Bukan dinamakan kaya hanya dengan sekedar banyaknya harta simpanan.”
إن الفقيه هـو الفقيـه بفعلـه
ليس الفقيـه بنطقـه ومقالـه
وكذا الرئيس هو الرئيس بـخلقه
ليس الرئيس بقومه ورجالـه
وكذا الغنـي هو الغني بحالــه
ليس الغنـي بملكـه وبمالـه
“Orang yang faqih adalah yang beramal dengan perbuatan,
Bukan dinamakan faqih jika hanya fasih dengan lisan dan perkataan;
Dan yang disebut pemimpin adalah yang memimpin dengan kelembutan,
Bukan dinamakan pemimpin hanya dengan banyaknya pengikut dan bawahan;
Demikian juga yang disebut kaya adalah orang yang dermawan,
Bukan dinamakan kaya hanya dengan sekedar banyaknya harta simpanan.”
Langganan:
Postingan (Atom)