Senin, 15 April 2013

Hidup Manusia Seperti Lembaran Buku

"Hidup manusia itu seperti sebuah buku tulis yang putih bersih..
Sampul depannya adalah tanggal lahir, sampul belakang adalah tanggal wafat..
Tiap lembarannya adalah hari-hari dalam hidup kita..
Ada buku yang tebal ada pula yang tipis..
Hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang bersih, baru dan tiada cacat..
Sama halnya dengan hidup kita, seburuk apapun hari kemarin, tapi Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita..
Kesempatan yang baru untuk kita bisa melakukan sesuatu yang benar di setiap harinya, memperbaiki kesalahan, melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkan-Nya..."


(Copas dari status seorang teman di Facebook)

Selasa, 05 Maret 2013

Which Type Of Patience Is Better : Patience In Refraining From Sin Or Patience In Obeying Allaah?

قال ابن القيم رحمه الله :

"وههنا مسألة تكلم فيها الناس وهي : أي الصبرين أفضل : صبر العبد عن المعصية ، أم صبره على الطاعة ؟ فطائفة : رجحت الأول ، وقالت : الصبر عن المعصية من وظائف الصدِّيقين ، كما قال بعض السلف : أعمال البر يفعلها البر والفاجر ، ولا يقوى على ترك المعاصي إلا صدِّيق ، قالوا : ولأن داعي المعصية أشد من داعي ترك الطاعة ؛ فإن داعي المعصية إلى أمر وجودي تشتهيه النفس ، وتلتذ به ، والداعي إلى ترك الطاعة : الكسل ، والبطالة ، والمهانة ، ولا ريب أن داعي المعصية أقوى ، قالوا : ولأن العصيان قد اجتمع عليه داعي النفس ، والهوى ، والشيطان ، وأسباب الدنيا ، وقرناء الرجل ، وطلب التشبه والمحاكاة ، وميل الطبع ، وكلُّ واحدٍ من هذه الدواعي يجذب العبد إلى المعصية ، ويطلب أثره ، فكيف إذا اجتمعت ، وتظاهرت على القلب ، فأي صبر أقوى من صبر عن إجابتها ، ولولا أن الله يصبره لما تأتَّى منه الصبر .
وهذا القول كما ترى حجته في غاية الظهور " انتهى .

" طريق الهجرتين " ( ص 414 ) .

=================================

Ibn al-Qayyim (may Allaah have mercy on him) said:  

"Here there is an issue which people debated about: which type of patience is better – patience in refraining from sin or patience in obeying Allaah? One group of people suggested that the former is better, and they said that patience in refraining from sin is the attitude of the siddeeqeen, as some of the salaf said: Good deeds are done by righteous and immoral alike, but no one has the power to refrain from sin except a Siddeeq, and because the motive to commit sin is greater than the motive to stop being obedient, because the motive to commit sin is pleasure, but the motive to stop being obedient is laziness and sloth, and undoubtedly the motive to commit sin is stronger. They said: Sin may be promoted by one's own self, whims and desires, the shaytaan, worldly reasons, a man’s companions, a desire to imitate, and natural inclinations. Any one of these factors may cause a person to commit sin, so how about if they are combined and prevail over the heart? What patience can be stronger than patience in refusing to respond to them? If Allaah did not give him patience, he would not be patient by himself.  
This argument, as you can see, is very strong and very clear." End quote. 

"Tareeq al-Hijratayn" (p. 414). 

Source: Islamqa.com

Selasa, 11 Desember 2012

Cinta Itu Sederhana

Apa definisi cinta? Imam Ibnul Qayyim berkata : “Cinta tidak dapat didefinisikan dengan jelas. Bahkan jika didefinisikan tidak menghasilkan sesuatu kecuali menambah ketidakjelasan. Karena definisinya adalah perasaan cinta itu sendiri.” (Madarijus Salikin : 3/9).

Ya, beliau benar. Karena cinta sangat sederhana sehingga tidak perlu didefinisikan dengan kata-kata, dan cukuplah dirasakan dalam hati saja. Ana teringat sebuah puisi dari seorang sastrawan yang mengungkapkan betapa "sederhananya" cinta. Beliau berkata :

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, 
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu; 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, 
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”.

Selasa, 20 November 2012

Antara Aku Dan Buku

إذا اعتللت فكتب العلم تشفيني
فيها نز اهة الحاظي وتزييني

إذا اشتكيت إليها الهم من حزن
مالت إلي تعزيني و تسليني

حسبي الدفاتر من دنيا قنعت بها
لا أبتغي بدلا منها ومن ديني


Apabila aku sakit maka kitab-kitab ilmu dapat menyembuhkanku,
Di dalamnya terdapat kesenangan pandangan dan perhiasanku,

Apabila keluhan rasa sedih dan gundah terasa olehku,
Ia akan menuju kepadaku untuk berbelasungkawa dan menghiburku,

Cukuplah kitab-kitab itu bagiku dari dunia yang aku telah puas dengannya,
Aku tidak ingin mencari penggantinya dan tidak pula aku mengganti agama
.”

Kamis, 01 November 2012

Terimakasih Kepada Pendengki

Jangan bersedih jika orang mendengki anda. Bersyukurlah kepada Allah karena anda bukan orang yang mendengki. Status anda sebagai orang yang didengki merupakan bukti ketinggian derajat dan keluhuran kedudukan anda. Itu merupakan bukti bahwa Allah terus memberi anda nikmat-Nya.

Ketahuilah, sesungguhnya kedengkian orang kepada anda merupakan iklan gratis tentang keutamaan dan kemuliaan anda. Ia merupakan jalan pintas bagi popularitas anda. Orang yang mendengki anda telah memberikan kebaikan-kebaikannya kepada anda dengan sukarela, dan memikul kejelekan-kejelekan anda.

Jika anda melihat seseorang banyak didengki, ketahuilah bahwa ia adalah orang mulia yang layak menempati kedudukan tinggi lagi terhormat. Dan jika anda melihat seseorang tidak pernah didengki, ketahuilah ia adalah orang biasa-biasa saja yang tidak pantas menduduki derajat tinggi dan terhormat.

(Nukilan dari buku Hakadza Haddatsana az-Zaman, Dr. 'Aidh al-Qarni).

Selasa, 23 Oktober 2012

Bersabar Dalam Menuntut Ilmu

Ada beberapa teman ana yang dulunya bersemangat menuntut ilmu. Sayangnya, seiring dengan perjalanan waktu, mereka tidak sabar dalam menuntut ilmu dan berhenti karena merasa kesulitan untuk mengikutinya. Padahal jika mereka mau bersabar sejenak dan meluangkan sedikit kesusahan dalam belajar, mungkin mereka sekarang telah mencapai derajat yang mereka idamkan sebelumnya.

Sejatinya, ilmu memang tidak dapat diperoleh dengan badan yang bersantai-santai dan dalam waktu yang singkat. Kita memohon kepada Allah agar dikaruniai kesabaran dalam menuntut ilmu serta menjadikan ilmu tersebut bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain di sekitar kita.

 ومن لم يذق مر التعلم ساعة
 تجرع ذل الجهل طول حياته
 ومن فاته التعليم وقت شبابه
 فكبر عليـه أربعاً لوفـاته 

Siapa yang tidak merasakan pahitnya menuntut ilmu barang sekejap mata, 
Niscaya dia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya, 
Dan barangsiapa yang ketinggalan belajar di masa mudanya, 
Maka ucapkanlah takbir empat kali karena kematiannya.”

Senin, 22 Oktober 2012

Buku Apa Yang Ada Di Atas Tempat Tidurmu ?

Copas -dengan sedikit pengeditan- dari tulisan Ust. Nidlol (Al-Azhar, Mesir) :

“Di atas tempat tidurnya, Dr. Husein Al-Hakami menaruh buku Siyar A'lam Nubala'. Buku itu adalah buku paling populer karya Imam Adz-Dzahabi yang berisi biografi para tokoh-tokoh besar sepanjang sejarah. Ditulis dengan nafas yang lembut dan mendalam, kata para ulama, "Adz-Dzahabiy dzahabiyyul kalaam" (ucapan Imam Dzahaby itu bagai dzahab/emas). Cetakan populernya sekitar 35 jilid. Dicetak juga dalam 18 jilid.

Dr. Husein membaca buku tersebut beberapa menit setiap hari menjelang istirahat malam. Hasilnya? Beliau -bihamdillah- berhasil mengkhatamkan buku ini dalam setahun. Dimulai dari bulan Ramadhan, dan habis tuntas pada bulan Ramadhan tahun berikutnya. Subhanallah!

Pertanyaannya sekarang... BUKU APA YANG ADA DI ATAS TEMPAT TIDURMU...?”